Berbahagialah Allah telah menyiapkan waktu yang tepat untuk menghadirkan ia yang terbaik untuk Anda. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku" (HR Bukhari, no. 6970 dan Muslim). [] Jaditentu saja dia maha tahu apa yang terbaik bagi manusia. Jadi berdasarkan ini, tuhan telah memberikan peraturan dalam hidup kita, telah menuliskan perintah dan larangan bagi umat manusia. Benar manusia bisa hidup tanpa agama, sebagaimana halnya dengan makhluk-makhluk lainnya di muka bumi ini. 156 "Untuk semua kepedihan yang kamu alami, bersabar dan bertahanlah, karena Allah tahu di mana batas kemampuanmu." 157. "Temukan pasangan hidup yang bisa membimbingmu, bukan hanya di dunia, tapi juga di akhirat." 158. "Cukup Allah menjadi pendengar setiamu, ketika tidak ada satupun yang percaya dengan apa yang kamu ucapkan." 159. 3 Menjaga mimpi besar yang ditaruhkan Tuhan di dalam hati kita "Dengarlah, hai saudara-saudaraku dan bangsaku! Aku bermaksud hendak mendirikan rumah perhentian untuk tabut perjanjian TUHAN dan untuk tumpuan kaki Allah kita; juga aku telah membuat persediaan untuk mendirikannya." - 1 Tawarikh 28: 2. Daud ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan. Vay Nhanh Fast Money. Nasehat Dhuha Sabtu, 3 April 2021 9 Hari Menuju Ramadhan 1442 H Oleh Sularto Klikbmi, Tangerang – Teman-teman pejuang syariah Koperasi BMI yang sedang berlibur, hari Sabtu, 3 April 2021 jelang 9 hari Ramadhan 1442 H. Tema nasehat dhuha kita kali ini adalah Allah tahu yang terbaik untuk kita. Kita memang harus menerima semua yang ditetapkan Allah dengan penuh lapang hati dan syukur yang terus menderu di hati, apapun itu. Apakah masalah atau bahagia harus selalu kita bijakkan hati untuk menerima semuanya dengan penuh keikhlasan. Terlebih bila hal itu adalah sesuatu yang kita anggap musibah atau masalah, tetaplah tenang. Sebab, Allah tahu yang terbaik untuk kita, Allah tidak akan memberi kita ujian tanpa Dia tahu kita mampu melewatinya. Jangan terlalu sedih atas cobaan hidup yang kita terima, karena kita tak pernah tahu apa yang Allah berikan kepada kita sebagai gantinya. Boleh saja bahagia kita Allah ambil saat ini, tapi ingatlah bahwa bahagia yang kita sayangkan juga Allah yang memberinya, lalu untuk apa resah dan khawatir? Sebab sudah pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik pastinya. Yakin dan percayalah bahwa Allah akan selalu memberi kita jalan terbaik-Nya, karena memang Allah tak pernah sedetikpun meninggalkan kita. Allah selalu dekat dengan kita, Allah selalu bersama kita, tapi karena kecilnya pengharapan kita pada-Nya terkadang kita melupakan semua itu, sehingga ujian yang ada seakan-akan sangat membelenggu. Maka, apapun masalah kita hari ini, seberat dan sesulit apapun itu jangan sampai kita berputus asa pada rahmat-Nya. Teruslah berharap yang terbaik dari-Nya. Allah membersamai kita dengan seseorang yang kita butuhkan untuk mendampingi dan menuntun kita untuk selalu di jalannya bukan dengan apa yang kita inginkan sesuai ego kita saja. Karena Allah SWT telah berfirman وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” QS Al-Baqarah 216. Sungguh jika kita mau membuka kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan lembaran-lembaran sejarah atau kita memperhatikan realitas, kita akan mendapatkan darinya banyak pelajaran dan bukti bahwa selalu ada hikmah di balik setiap apa yang Allah takdirkan untuk hamba-hamba-Nya. Namun, terkadang diri selalu dilupakan oleh nafsu. Tetapi ingatlah, sekali lagi jangan jadikan kesalahan di masa lalu sebagai penghalang untuk menjadi lebih baik, Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan selalu menunggu hambanya untuk bertaubat dan memperbaiki diri serta meningkatkan takwa dan keimanan Karena semua yang telah Allah persembahkan untuk kita selalu ada hikmah yang terkadung di dalamnya, selalu ada bahagia yang Allah sandingkan dibalik sedih yang kita rasakan, hanya saja terkadang keluhan hati kita yang menutupi semua itu. Ujian Allah yang berupa masalah harusnya tidak kita keluhkan, karena mengeluh hanya akan membuatmu tambah sempit akan rasa syukur. Jadi, berhentilah mengeluh saat Allah uji diri kita dengan beberapa masalah, sebab keluhan kita takkan bisa mengubah keadaan. Cukup kita percaya dan yakin bahwa semua yang kita lalui saat ini tak lain hanya jalan menuju bahagia. Berprasangkalah baik pada setiap kisah yang Allah tuliskan untuk kita, agar syukur kita tak pernah luntur dari hati kita, agar ikhlas kita tak mudah goyah, sebesar apapun cobaan sebagai pembingkis bahagia kita. Mari tetap berpegang teguh pada jalan Allah dengan tetap istiqomah dalam sedekah. Ayuk perbanyak sedekah melalui Rekening ZISWAF KOPSYAH BMI 7 2003 2017 1 BNI Syariah a/n Benteng Mikro Indonesia. Sularto/Klikbmi Renungan Malam 17 Juni 2020 1 – Berdoa Kejadian 48 15 – 22 Katanya kepada ayahnya “Janganlah demikian, ayahku, sebab inilah yang sulung, letakkanlah tangan kananmu ke atas kepalanya.” Allah tahu apa yang terbaik, yang terbaik menurut Allah tidak sama dengan ukuran manusia. Yusuf tidak menyetujui cara Yakub memberkati Manasye dan Efrain. Yakub tahu apa yang dia lakukan karena dia hidup dalam janji Allah. Ia tahu masa depan bangsanya seperti apa. Yusuf mencoba memindahkan tangan ayahnya namun Yakub menolak. Kalau kita boleh bertanya, apa yang membuat Efraim diberkati dengan tangan kanan dan Manasye dengan tagan kiri? Apa kesalahan Manasye? Allah bebas menentukan kehendak-Nya. kedua-duanya diberkati oleh Yakub. Memang Efraim mendapat keistimewaan dari Allah. Ketika Yusuf menyaksikan pemberkatan anak-anaknya, dia memang tidak paham. Namun demikian, seiring dengan waktu yang berjalan, pandangan Yusuf terbuka. Ia menyadari bahwa Allah adalah Allah. Ia tahu yang terbaik. Untuk memahami perbuatan Allah itu, kadang-kadang dibutuhkan waktu yang Panjang. Tidak masalah. Teruslah telusuri perbautan-Nya, nikmati berkat-Nya dan ikuti jalan-Nya serta dari Dia yang tahu kelemahan kita. Iman kita seringkali lemah. Hati dan pikiran kita tergerus dengan hal-hal yang tidak penting. Kita sakit hati karena tidak mendapat bagian, atau karena orang lain mendapat lebih dari sebagainya. Pikirkanlah, Tuhan tahu yang terbaik. Jika kita melihat jejak Langkah Yusuf, lewat kehadirannya, bangsa Mesir diberkati Tuhan. Lewat Yusuf pula, janji Allah digenapi. Jadi, jika Allah bebas menentukan kehendak-Nya maka percayalah, bahwa Dia tidak sembrono melakukannya. Sekali lagi, Allah tahu yang terbaik. Kiranya kita semua bisa memasrahkan hidup hanya kepada Allah yang mahatau. Ia memberi menurut maksud-Nya. jangan marah ataupun iri karena segala sesuatu adalah milik-Nya dan dalam pengendalian-Nya. Mohonlah hikmat untuk dapat memahami dan menerima kehendak Tuhan dengan sikap percaya bahwa Allah tahu apa yang terbaik buat kita. 3 Doa Allah Bapa, aku percaya, Engkau yang memiliki Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam APA YANG ALLAH TETAPKAN, ITULAH YANG TERBAIK APA YANG ALLAH TETAPKAN, ITULAH YANG TERBAIK بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ APA YANG ALLAH TETAPKAN, ITULAH YANG TERBAIK >> Bukan pada yang kita inginkan Meski tentunya bisa saja yang kita inginkan itu juga yang Allah tetapkan. Tapi ingat, saat yang Allah tetapkan untuk kita berbeda dengan yang kita inginkan, itu BUKAN karena Allah semata ingin menggagalkannya. Tapi karena Allah tahu, bahwa yang terbaik untuk kita bukan pada sesuatu yang kita inginkan itu, tapi pada hal yang DIA TETAPKAN. Asy-Syaikh Muhammad Ali Adam al-Ityubi berkata فإن الله عز وجل هو قسّم الأرزاق، والمعيشة حسب مقتضى حكمته، فلا ينبغي للعبد النظر إلى غيره؛ لأنه يؤديه إلى ازدراء ما رزقه الله تعالى على مقتضى حكمته، وحكمه، قال الله تعالى وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ [البقرة 216] وقال تعالى فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا [النساء 19] “Sesungguhnya Allah ialah yang membagikan rezeki dan penghidupan sesuai dengan tuntutan hikmah-Nya. Tidak layak seorang hamba melihat pada orang lain. Sebab hal itu akan membuatnya menganggap remeh rezeki yang sudah Allah berikan kepadanya, berdasarkan hikmah dan hukum-Nya. وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu. Dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal itu amat buruk bagimu. Allah yang mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [QS. Al-Baqarah 216] فَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا “Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” [QS. An-Nisa’ 19] [Al-Bahr al-Muhith ats-Tsajjaaj, XLV/78] Maka berhentilah membandingkan keadaan diri kita dengan orang lain, karena Allah yang paling paham apa yang paling pas buat kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad ﷺ bersabda انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ “Pandanglah orang yang berada di bawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian. Hal itu lebih layak membuat kalian tidak mengingkari nikmat Allah yang ada pada kalian.” [HR. Al-Bukhari 6490 dan Muslim 2963 dan ini lafal beliau] Asy-Syaikh Abdullah al-Bassam rahimahullah mengatakan الطمأنينة القلبية لا تحصل إلاَّ بحسن النظر، والقناعة بما قسم الله للعبد، فإذا قنع نفسه، وألهم شعوره بنعم الله تعالى عليه، حصلت له راحة نفسية، وطمأنينة قلبية “Ketenangan hati tidak akan tercapai kecuali dengan memiliki cara pandang yang baik, dan merasa cukup dengan rezeki yang Allah bagikan untuk hamba. Jika seseorang membuat dirinya merasa cukup dan mengingatkan perasaannya dengan nikmat-nikmat Allah yang ada padanya, maka saat itu dia akan merasakan ketentraman jiwa dan ketenangan hati.” [Taudhih al-Ahkam, VII/288] Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah berkata لأنه إذا نظر إلى مَن فوقه في الدنيا تعب، وربما استحلَّ ما حرَّم الله، وأخذ بالشبهات، واجترأ على المحارم “Jika dia melihat pada orang yang di atas dalam hal dunia, maka dia akan capek. Bahkan terkadang, demi mendapatkan yang dia mau, dia akan • Menghalalkan yang Allah haramkan, • Mengambil yang syubhat tidak jelas halalnya, dan • Berani melakukan perbuatan-perbuatan haram.” [Syarah A’lam al-Muwaqqi’in, no. 4 dari situs beliau] Artinya, agamanya bisa saja dia jual demi mewujudkan yang dia inginkan. Dan obsesi itu berawal dari melihat milik orang. Imam ash-Shan’ani rahimahullah mengatakan وما من مبتلى في الدنيا بخير أو شر إلا ويجدُ مَنْ هو أعظم منه بليةً “Tidak ada seorang pun yang diuji di dunia, apakah dengan kebaikan atau keburukan, kecuali pasti dia dapat temukan orang yang musibahnya lebih berat daripada dia.” [Subul as-Salam, VIII/138] Hal yang mirip disampaikan oleh Asy-Syaikh Abdullah al-Bassam فإنَّ العبد مهما افتقر، فسيجد من هو أفقر منه، ومهما مرض فسيرى من هو أشد منه مرضًا، وإنْ كان ذا عاهة، فسيجد من هو أعظم منه عاهة، وأشد بلاءً، فإذا أمعن النظر، فسيجد أنَّ الله تعالى فضَّله على كثيرٍ ممَّن خلق تفضيلا. “Sesungguhnya sefakir apapun seseorang, maka dia akan dapati orang yang lebih fakir lagi daripada dia. Bagaimana pun sakit yang diderita seseorang, maka dia akan melihat orang yang lebih parah sakitnya daripada dia. Jika dia memiliki cacat fisik, maka dia akan menemukan orang yang lebih besar cacatnya daripada dia dan lebih berat cobaannya. Bila seseorang merenungi hal ini, maka dia akan dapati bahwa Allah telah memberikan banyak kelebihan pada dirinya, di atas banyak makhluk Allah yang lain.” [Taudhih al-Ahkam, VII/288] Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah mengatakan فما من فقير إلا وهناك من هو أفقر منه، وما من مريض إلا وهناك من هو أشد مرضًا منه، وما من ذي جاه إلا وهناك من هو أقل جاها منه، وهكذا المسائل الأخرى “Tidak ada satu orang fakir pun, melainkan di sana ada yang lebih fakir darinya. Tidak satu orang sakit pun, kecuali di sana ada yang lebih parah sakitnya. Tak seorang pun yang punya kedudukan, kecuali di sana ada yang kedudukannya lebih rendah darinya. Dan demikian juga masalah masalah lain.” [Syarah Kitab al-Jami’, hlm. 32] Abu Qilaabah Abdullah bin Zaid al-Jarmiy adalah seorang tabiin yang menjelang akhir kehidupannya buntung tangan dan kakinya, pendengaran dan penglihatannya berkurang. Beliau ditinggal dalam kemah sendirian, karena anak yang mengurus beliau sedang pergi mencari makan. Namun di tengah segala keterbatasan itu, orang di luar kemah mendengar beliau melantunkan doa berbalut syukur kepada Allah اللَّهُمَّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَحْمَدَكَ حَمْدًا أُكَافِىء بِهِ شُكْرَ نِعْمَتِكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ بِهَا عَلَيَّ وَفَضَّلْتَنِى عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقْتَ تَفْضِيْلَ Ya Allah, berikanlah aku bagian untuk memuji-Mu dengan pujian yang mencukupi syukur terhadap nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan karena Engkau telah memberikan aku kelebihan dibandingkan banyak makhluk yang lain.” [ats-Tsiqoot karya Ibnu Hibban 5/3] Semoga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu rida menerima ketetapan-Nya. Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest APA YANG ALLAH TETAPKAN, ITULAH YANG TERBAIK Related Posts Nasehat Dhuha Selasa, 23 Februari 2021 48 Hari Menuju Ramadhan 1442 H Oleh Ust Sarwo Edy, ME Klikbmi, Tangerang – Pernahkah kita merasa bahwa kita orang paling tidak beruntung di dunia ini? Atau orang yang selalu dicoba oleh Allah subhanahu wa ta’ala? Atau jarang mendapatkan apa yang diharapkan? Perlu diingat, perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu sesuai yang diharapkan, Kadang manusia harus melewati jalan penuh rintangan setelah jalan yang mulus. Kadang ada gembira dan kadang ada duka. Itulah tabiat kehidupan. Dan yang harus kita ketahui bahwa Ad-dunya daarul bala’ wa daarul imtihan wal-akhiroh darun ni’am Dunia tempat nya musibah dan ujian, dan akhirat tempatnya kenikmatan. Allah menciptakan dunia ini bukan sebagai tempat tujuan manusia untuk mendapatkan kepuasan dan kenikmatan. Karena jika Allah menciptakan dunia sebagai tempat tujuan manusia, Terus untuk apa Allah menciptakan surga? Dunia hanyalah perantara. Salah satu ujian yang banyak menimpa manusia adalah kondisi dimana seseorang mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkannya. Seseorang yang berusaha menggapai sesuatu yang kelihatannya baik, ia mati-matian mendapatkannya demi tujuan yang diharapkannya. Tapi kenyataannya, realita tidak sesuai dengan ekpektasi. Itu hal yang wajar. Karena manusia hanya disuruh untuk ikhtiar, dan perihal hasil agar diserahkan kepada Allah. An-naasu fit-taqrir, Wallahu fit-taqdiir manusia yang merencanakan, Allah yang memutuskan Jika kita pernah kecewa dengan hasil yang diberikan oleh Allah. Kita perlu mentadabburi surat Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَBoleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. Ayat di atas memiliki hubungan yang erat dengan prinsip rukun iman yang ke-6, yaitu iman kepada qadha dan qadar. Bisa jadi musibah-musibah yang kita alami merupakan jalan menuju kenikmatan dan anugrah dari Allah di masa mendatang. Beberapa kejadian yang menunjukkan bahwa keputusan Allah adalah yang terbaik dan bisa kita ambil hikmahnya. Di antaranya Kisah ibunda Nabi Musa alaihissalam yang menghanyutkan anaknya di atas sungai nil. Dan ketika mendengar bahwa anaknya berada di tangan keluarga raja fir’aun, beliau begitu cemas dan takut. Tetapi tanpa diduga tragedi itu berbuah manis di kemudian Nabi Yusuf alaihissalam yang dibuang ke sumur oleh saudara-saudaranya. Seakan sudah tidak ada harapan untuk hidup. Tetapi kejadian itu membawa Nabi Yusuf ke derajat yang lebih tinggi. Dan banyak lagi kisah yang menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dalam ketentuan Allah untuk hamba-Nya. Ikhtiar sebaik mungkin, terus beribadah, berdoa dan selalu berhusnudzon. Allah tau yang terbaik untuk kita. Rekening ZISWAF KOPSYAH BMI 7 2003 2017 1 BNI Syariah a/n Benteng Mikro Indonesia. Sularto/Klikbmi

allah tahu apa yang terbaik untuk kita